Sabtu, 16 Mei 2009

SEGALA_GALANYA BERAWAL DARI PETANI

0 komentar

” Petani bukanlah segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari petani”
mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kontribusi atas jasa besar petani yang sungguh tiada tara. profesinya telah mampu menjaga kelangsungan hidup umat manusia.

Akan tetapi profesi yang terkait dengan pertanian mulai dari tani, petani ataupun pertanian, tentunya tak lepas dari stigma, kemiskinan, kelas bawah, dan tradisional. hal inilah yang merupakan hantu bagi mereka (mahasiswa) untuk menekuni dunia pertanian. menjadi ‘petani’ pastilah identik dengan madesur (masa depan suram) dan penuh dengan resiko.
Bagi mereka (mahasiswa) adalah lebih enak menjadi seorang guru, akuntan, tekhnisi ataupun politikus. sehingga wajar saja jika, bangku kuliah dijurusan seperti ekonomi dan tekhnologi laris manis dan penuh bahkan sampai berbebut kursi. disi lain pemandangan berupa banyaknya bangku kosong dijumpai pada berbagai jurusan pertanian.
padahal disatu sisi pertanian merupakan sektor yang sangat fundamental dalam menyokong kelangsungan hidup suatu bangsa. namun dengan kondisi saat ini dimana sektor pertanian mengalami keloyoan, merupakan problema besar yang harus segera diatasi. karena, jika tidak kekhawatiran indonesia akan mengalami krisis pangan dapat menjadi suatu kenyataan. apalagi dengan melihat beberapa kasus yang belakangan terjadi, mulai dari kelangkaan kedelai sampai pada masalah impor beras, yang ternyata mampu menggoyang stabilitas ekonomi masyarakat.
ironis memang, di negeri yang dahulunya bisa banggga dengan sebutan macan asia, karena kemampunnnya dalam produktifitas pangan. namun sekarang justeru menjadi macan ompong, yang tak mempunyai taring lagi untuk berkoar. kelebihan potensi alam, yang bahkan diibaratkan sebagai tanah surga, nyatanya tak mampu dimanfaatkan. krisis pangan pun menjadi sesuatu yang tidak dapat dielakan. apalagi dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus bertambah jumlahnya.
lesunya minat kuliah dijurusan pertanian, kiranya perlu segera diatasi .salah satunya yaitu dengan melakukan perubahan paradigma atas petani itu sendiri. posisi petani selayaknyalah diposisikan sejajar dengan guru yang disemati sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. ketika banyak guru yang notabene kesejahteraannya sudah dijamin oleh negara, mereka terus saja menuntut kenaikan gaji. lantas kapan petani pernah menutnut kenaikan ‘gaji’nya.
padahal dinegara seperti amerika saja profesi petani mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. negara berani mengalokasikan anggaran negara yang cukup besar guna memberikan subsidi kepada petani.

[+/-] Selengkapnya...

MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN MASALAH

0 komentar

Kebijakan pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji, awalanya merupakan upaya pemerintah mencari solusi atas kenaikan haraga minyak mentah dunia. namun, apa daya konversi tersebut justeru menimbulkan masalah baru yaitu kelangkaan elpiji yang berujung pada kenaikan harga elpiji

Mendengar ataupun melihat slogan “menyelesaikan masalah tanpa masalah” pastilah mata dan telinga kita tertuju pada sebuah nama yaitu pegadaian. Slogan tersbut merupakan ‘ruh’ bahwasanya kehadirannya mampu memberikan penyelesaian secara tuntas terhadap permasalah ekonomi tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan ulah para eksekutif, maupun legislatif kita dalam menelurkan sebuah kebijakan, dimana kebijakan yang dibuat tak jarang hanya menimbulkan masalah baru. Istilahnya, menyelesaikan maaslah dengan masalah.
Kesan inilah yang muncul tatkala pemerintah melakukan kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji. Pemerintah bisa dikatakan mebuat langkah ‘blunder’ dan cenderung tidak antisipatif. Pasalnya dengan adanya konversi berarti secara tidak langsung masyarakat dijadikan sebagai masyarakat konsumtif akan elpiji. Masyarakat yang dulunya mengkonsumsi minyak tanah, berbondong-bondong beralih ke elpiji .apalagi dengan berbagai iming-iming pemerintah mulai dari harga yang murah, irit dan sebagainya. Kontan permintaan akan elpiji pun naik.. padahal disisi lain elpiji yang berbahan dasar gas merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya terbatas. Ketimpangan antara permintaan dan penawaran (baca: ketersediaan elpiji) yang menyebabkan dan selalu menjadi masalah utama dalam ilmu ekonomi yaitu kelangkaan.
Hukum ekonomi selalu mengatakan “jika permintaan naik, sementara penawaran tetap maka harga akan cenderung naik”. Relitas inilah yang terjadi pada Elpiji, dimana perlahan tapi pasti harga elpiji mulai merangkak naik.
Seolah nasi telah menjadi bubur, kini masyarakat dihadapkan pada permasalahan baru yaitu kenaikan elpiji. Padahal dahulu masyarakat berharap konversi mampu menjadi ‘dewa penyelamat’ dan jalan alternative atas kenaikan harga minyak dunia dan besarnya subsidi minyak tanah yang ditanggung pemerintah.
Dengan rencana pertamina menaikan harga elpiji ukuran 12 kg sebesar 17,6 % atau naik dari 51.000 menjadi 60.000 per tabung., tentunya akan semakin memberarkan biaya hidup masyarakat pasca kenaikan harga BBM. Apa lacur masyarakat pun harus mau menerimanya, karena mereka kini telah menjadi ‘pengkonsumsi’ aktif elpiji
Beralih kembali menggunakan minyak tanah adalah sesuatu yang mustahil. Penyebabnya adalah harga minyak tanah saat ini sudah terlanjur mahal karena pencabutan subsidi dari pemerintah. . Untuk satu liter minyak tanah saja pertamina menetapakan harga Rp 2.500. belum lagi dalam praktik dilapangan yang biasanya mengalami ‘mark up’ yang bisa mencapai kisaran harga Rp 3.000 sampai 5.000 untuk satu liternya.
Elpiji jangan naik dulu
menurut hemat saya, langkah paling efektif yaitu Elpiji jangan dinaikan terlebih dahulu. Hal ini terkait dengan dampak kenaikan nantinya. Kenaikan yang hanya akan menambah derita dan beban hidup masyarakat.. belum lagi menilik kebutuhan masyarakat saat ini yang dihadapakan pada banyak kebutuhan , mulai dari pendidikan hingga persiapan menjelkang puasa dan idul fitri. Selain itu , bukankah Masyarakat saat ini masih dalam kondsi ‘shock terapy’ pasca kenikan harga BBM.
Bagaimanapun elpiji bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kini sudah menjadi barang primer dan sentral dalam kehidupan laiknya BBM. Kenaikan harga elpiji akan berefek domino, yaitu kenaikan pada berbagai harga barang-barang lainnya. .pemerintah seharusnya mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan menaikan atau tidak harga elpiji. jika tidak, haruskah rakyat lagi-lagi kembali menderita dan menjadi korban atas kebijakan yang katanya dibuat demi mensejahterakan rakyat.


[+/-] Selengkapnya...

TAK SELAMANY SELINGKUH INDAH

0 komentar

“ seiring berlalu bergulirnya waktu
membuka rahasia di antara kita
pastinya kan ada hati yang terluka
tak menerima semua kenyataan yang ada”

Selingkuh layaknya yang dilakukan seorang-sumai isteri awalnya adalah indah. namun, indahnya selingkuh hanyalah berlangsung dalam rentang waktu sebelum terungkapnya perselingkuhan. Sebaliknya sesudah berhasil terungkap, selingkuh menjadi sesuatu hal yang tak lagi indah.


Tepatlah jika hal tersebut dianalogikan dengan kasus aliran dana BI ke DPR. seiring bergulirnya waktu, kini terkuaklah rahasia perselingkuhan, hubungan mesra antara BI dan DPR yaitu terkait mengucurnya aliran dana BI bermilyaran rupiah ketangan DPR sebagai bantuan desimenasi. Bahkan, ternyata “selingkuh’ tersbut telah dijalani selama kurun waktu dari tahun 1970 atau sekitar tiga puluhan tahun.

Akan tetapi waktu jua yang membuktikan, dan seperti judul lagu syair diatas perselingkuhan tersebut akan berakhir dengan tidak indah. Paslanya Kasus yang kemudian menyeret sejumlah nama beken pejabat BI, mulai dari mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah hingga nama aulia pohan yang diklaim dalam berbagai pemberitaan dimedia masa sebagai orang yang berperan dalam proses pencairan dana BI., kini sudah berhadapan dengan sanksi berat yang bakal menjeratnya.

. Perselingkuhan BI dengan DPR tentunya menjadikan kredibilitas BI sebagai lembaga yang mempunyai otoritas dalam mengatur lalu lintas uang diragukan,. Pun demikian dengan regulasi yang telah di buat oleh wakil rakyat (DPR) menjadi tidak independent dan hanya cenderung menuruti kemauan, pada bagaimana kebijakan dibuat guna mendukung dan melindungi setiap langah atau kebiajakan yang diambil BI.

Kasus tersebut membuat korupsi di BI dapat dengan mudah diprediksi, yaitu korupsi pasti tidak lepas dari pertama, terjadi perekrutan pimpinan BI lainnya. Kedua, penguatan dan peralihan kewenangan BI. Misalnya saja, tugas pengawasan bank kelak akan berpindah dari BI kepada Lembaga Pengawasan Sektor Jasa Keuangan yang independen yang dibentuk dengan UU selambat-lambatnya akhir tahun 2010. Ketiga, pertanggungjawaban kewenangan BI dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, misalnya dalam pengelolaan cadangan devisa. (kompas.com)

Korupsi dinegeri ini, meminjam istilah malthus bukan lagi deret hitung melainkan sudah pada tahap deret ukur, karena saking banyakanya jumlah koruptor .

Tentulah kasus aliran dana BI ke DPR merupakan fakta yang membukakan mata secara lebar, bahwa korupsi bias terjadi dimana, kapan dan pada siapa saja. Banyaknya kasus KKN yang melibatkan baik pejabat maupun wakil rakyat yang duduk di DPR tentunya menyiratkan pertanyaan, dimanakah moral mereka?

Bagi wakil rakyat, Tentu ini sebagai early warning, bahwasanya jika mereka (wakil rakyat: pen) tidak segera kembali ke khitahnya sebagai pembawa suara rakyat, maka tidak berlebih jika seharusnyalah rakyat menyatakan dirinya lebih baik golput dalam pemilu 2009 nanti.

Menurut hemat penulis, untuk mengurangi kasus korupsi yang melanda negeri ini tentuny, laiknya perselingkuhan yang sedari awal memang dilarang oleh agama . maka korupsi pun seharusnya dilarang pemerintah yaitu dengan mengganjar si pelaku dengan hukuman yang setimpal. Hukuman mati, baju koruptor dan kerja social adalah hukuman yang pantas bagi mereka . Seharusnyalah hukuman tersebut bukan lagi menjadi hal yang diperdebatkan melainkan harus segera direalisasikan.

[+/-] Selengkapnya...

YANG MUDA YANG MEMIMPIN

0 komentar

" munculnya wacana kepemimpinan muda membuat sebagain politisi tua was-was dan harap cemas. Pasalnya secara tidak langsung merupakan early wearning bagi mereka, bahwa langkahnya menuju kursi kepemimpinan nasional 2009 bisa terganjal”

Pemilu 2009 memang masih menunggu waktu beberapa bulan lagi. Namun, suhu politik mulai menampakan tensinya. Terlebih pasca dimunculkannnya wacana pemimpin muda dalam kepemimpinan nasional yang didengungkan oleh salah satu partai kontestan pemilu 2009. hal yang kemudian disikapi dengan adanya pro dan kontra. Pertanyaannya sudahkah saatnya kaum muda mengakuisisi kepemimpinan nasional yang selama ini diduduki keum tua?.

Menurut saya , pemilu 2009 adalah momentum yang paling tepat yaitu saatnya yang muda yang memimpin. Alasannya, masyarakat sudah bosan dengan kepemimpinann yang ada saat ini. Satu dasawarsa pasca reformasi 1998 yang ditandai dengan empat kali estafet kepemimpinan, tak mampu membawa perubahan yang signifikan. Kemiskinan, pengangguran, mahalnya pendidikan, KKN menjadi potret keseharian masyarakat yang sangat mudah untuk dijumpai dinegeri ini.

kePemimpinan muda saat ini bukan lagi sebagai sebuah alternative, melainkan lebih jauh merupakan kebutuhan dasar guna mewujudkan perubahan yanfg radikal . Hal ini didasarkan pada berbagai asumsi dasar,

Pertama; berkaca pada sejarah bangsa ini, tentu tak akan lepas dari peran kepemimpinan kaum muda. Pergerakan boedi utomo, sumpah pemuda, deklarasi kemerdekaan atau reformasi 1998 adalah buah karya kepemimpinan kaum muda.

Kedua; kegagalan politisi tua dalam mengemban amanah sebagai pemimpin bangsa. Empat kali berganti kepemimpinan ternyata urung membawa perubahan yang signifikan.

Ketiga; problematika bangsa yang sangat kompleks dan akut membutuhkan penanganan serius. Hanya Melalui tangan-tangan kaum mudalah dengan semangat, vitalitas dan keberanian akan mampu menyelesaikan masalah tersebut

Keempat; perlunya regenerasi kepemimpinan nasional. Karena jika tidak, dalam kurun beberapa tahun lagi akan terjadi suatau fase yaitu kekosongan kepemimpinan nasional. Karena politisi tua sudah ‘sepuh dan uzur” sementara kaum muda tidak mempunyai bekal pengalaman yang cukup.

Oleh karena itu kepemimpinan kaum muda saat ini menjadi sebuah kebutuhan mendesak yang harus terealisai, bukan hanya sekadar wacana.

Yang perlu diperhatikan adalah mengenai fenomena banyaknya partai yang ‘mengaku’ sebagai partainya kaum muda. Jangan sampai wacana kepemimpinan kaum muda hanya menjadi komoditas politik demi meraup kekuasaan, dengan menegasikan hakekat kepemimpinan iu sendiri yaitu mampu memimpin dan menggerakan perubahan menuju kesejahteraan masyarakat.

Menilik konsep kaum tua yang sekarang vis to vis dengan kaum muda, perlu berkaca pada dunia perwayangan . yaitu tokoh semar dan pandawa lima. Dimana Peran semar sebagai pamong yang memberikan wejangan kepada pandawa lima dalam meimpin negerinya. Begitu pula dengan kepemimpinan nasional saat ini dimana politisi tua seharusnya memposisikan dirinya sebagai guru bangsa dalam mengemong kaum muda dalam memipin bangsa.


[+/-] Selengkapnya...

BANYAK PARTAI= BANYAK GOLPUT

0 komentar

Pasca reformasi dinamika kehidupan politik terus berkembang. Salah satunya adalah dinamika yang terjadi dalam jumlah kontestas peserta pada pemilihan umum (pemilu). pada pemilu tahun 1999 di ikuti oleh 48 partai, pemilu 2004 di ikuti oleh 24 partai dan pemilu 2009 nanti akan di ikuti 34 partai. Namun satu yang pasti adalah tingkat golput yang selalu mengalami kenaikan dari pemilu kepemilu.

Banyak partai, semakin banyak golput (golongan putih). Relitas inilah yang terjadi dalam kehidupan perpolitikan dewasa ini. Selepas peralihan dari pemilu era tiga partai ala orde baru menuju pemilu multiparatai era reformasi, angka golput mengalami lonjakan kenaikan yang cukup signifikan. Pada pemilihan presiden-wakil presiden tahun 2004 putaran pertama misalnya , angka ketidakhadiran pemilih dan suara rusak mencapai 24,60 persen dari daftar pemilih tetap. Besaran itu bertambah menjadi 26,31 persen pada pilpres putaran kedua

Kini memasuki pemilu 2009 yang tinggal menghitung hari masyarakat dan tentunya partai poltitk dihadapkan pada bayang-bayang tingginya angka golput. Hal ini didasarkan pada hasil pilkada diberbagai kota dan provinsi selama kurun 2005 sampai dengan 2009, dimana angka golput rata-rata sekitar 34,06 persen. Sehingga tak salah kemudian muncul selentingan pilkada pun sebenarnya dimenangi golput.

Jika menelisik fenomena global yaitu golput yang terjadi akhir-akhir ini, merupakan jawaban atas kejenuhan masyarakat terhadap banyaknya partai yang ada saat ini. hal ini disebabkan karena beberapa hal;

Pertama, banyakanya partai berarti semakin banyak janji-janji politik. Setiap paratai menawarkan janji-janjinya dari yang rasionil sampai yang irasionail, demi memperoleh masa. Disisi lain masyarakat sudah terlalu banyak makan garam atas janji parpol yang sekadar janji dan urung terealisai.

Kedua, kedekatan cultural antara parpol dengan masyarakat rendah. Sehingga, Acapakali terjadi miscommunication antara keinginan masyarakat dengan parpol. Ini dapat dilihat misalnya pada pengajuan calon eksekutif ataupun legislative yang terkadang kurang dikenal oleh masyarakat. Ataupun pada program parpol yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, hubungan parasit yang dilakukan parpol. Seringkali parpol memanfaatkan masyarakat hanya untuk mendulang suara. habis manis sepah dibuang, keinginan dan kebutuhan masyarakat pun diabaikan.

Keempat, wacana golput melalui media masa dan para pengusung golput. Wacana golput terus didengungkan baik dimedia cetak, elektronik maupn melalui diskusi-diskusi yang terbukti efektif dalam membentuk opini public bahwasanya golput adalah sah-sah saja dan merupakan keniscayaan dalam alam demokrasi

Keempat hal tersebut seharusnya menjadi perhatian serius yang harus segera dibenahi oleh parpol. Jika tidak, maka prediksi tingginya angka golput dalam pemilu 2009 akan menjadi kenyataan.

Miris memang, dinegeri yang konon sedang membangun demokrasi, namun sudah dihadapkan pada masalah baru yaitu golput. Inikah yang dinamakan demokrasi dimana setiap orang bebas untuk menentukan pendapatnya, dan tidak ada yang minoritas ataupun mayoritas? Jadi salah jikalau ada yang mengancam untuk menyatakan mereka (golput) sebagai bukan bagian dari warga Negara Indonesia.

Saatnyalah parpol introspeksi diri yaitu dengan tidak hanya pandai mengumbar janji. Sebaliknya waktunya parpol untuk membuktikan bahwasanya kehadirannya mampu memberikan solusi-solusi konkrit atas permasalahan yang ada.


[+/-] Selengkapnya...

HARAM DI PILIH

0 komentar

pemilu 2009 memang masih bebarap bulan lagi, namun suhu politik mulai nampak tensinya. setidaknya dapat dilihat dengan adanya psy war yaitu adu wacana tentang konsep kepemimpinan yang ideal serta banyaknya iklan politik dimedia masa.dan juga telah ditetapkannnya tokoh-tokoh yang bakal menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2009 nanti.

lantas siapakah yang harus dipilh dalam pemilu nanti? agaknya terlalu dini dan subjektif untuk menyebutkan nama. namun setidaknya ada satu kepastian yaitu dilarang memilih politisi busuk. atau bahkan lebih tepatnya haram untuk memilihnya.

pasalnya, jika negeri ini diserahkan ketangan-tangan politisi busuk, maka negeri ini akan hancur. sebab, mereka hanya akan memanfaatkan bangsa untuk kepentingannya, yaitu pribadi dan parpolnya. ya, jadi haram untuk dipilih karena mereka hanya akan menyebarkan kemudharatan dan kemungkaran, daripada kemaruf’an (kebaikan). sebagaimana dalam terminologi islam, suatu perbuatan yang menyebabkan kemudharatan lebih besar dari pada kemaslahatnnya haram untuk dilakukan.

setidaknya ada bebrapa kriteriria untuk menjustifikasi seorang disebut politisi busuk. pertama, politisi yang kehadirannya ternyata hanya membuat kemudharatan (ketidakbaikan). kemudharatan disini banyak sekali variannya mulai dari prakti Korupsi, kolusi, Nepotisme, hingga perbuatan amoral yang bertentangan dengan norma masyarakat dan agama.

kedua, poitisi yang hanya sering mengumbar janji. beriklan diberbagai media, dengan bermacam slogan,akan tetapi relaitanya ’jarang berbuat’ untuk kemsalhatan masyarakat. bermilyaran rupiah uang dibuang percuma hanya untuk sekadar mendongrak popularitas. bukankah akan lebih bermanfaat dan berkontribusi umat jika uang tersebut disumbangkan kepada masyarakat, entah itu orang miskin ataupun anak yatim.

ketiga, politisi yang oportunis. mereka yang seolah menghalalkan pameo poitik yaitu ’yang abadi hanyalah kepentingan’. contoh kecilnya adalah partai politik yang gampang berubah pendirian, suatu ketika menanggap partai lain sebagai lawan. Sedangkan dilain waktu mereka tak malu untuk berkoalisi dengan dalih atas nama kepentingan bangsa dan negara.

Keempat, politisi yang pragmatis, yaitu mereka yang bertindak karena, ”ada udang dibalik batu”. Jika tidak ada yang menguntungkan bagi dirinya, maka tidak akan bertindak.

Kelima, politisi yang berbuadaya instan. Ingin memperoleh sesuatu secara cepat, seperti halnya dengan melakukan money politic .

Tentunya masih banyak kriteria lain, namun Setidaknya kelima kriteria tersebut dapat menuntun masyarakat dalam menilai apakah seorang layak disebut sebagai politisi busuk. Harapannya masyarakat menjadi lebih cerdas, dalam menentukan pilihannya didalam pemilu mendatang.

Ketika ternyata terindikasi pemilu hanya diisi oleh para politisi busuk, maka masyarakat pun secara cerdas berhak untuk menyatakan dirinya golput, sebagai sebuah konsekuensi yang logis.


[+/-] Selengkapnya...

BUKAN CINTA BIASA

0 komentar

Drama cinta segitiga antara Antashari Azhar(AA) , Nasrudin Zulkarnaen (NZ) dan Rani Juliani (RJ), yang berujung pada kematian Nasrudin bisa disebut sebagai ‘bukan cinta biasa’
Pasalanya drama cinta segitiga tersebut menyeret nama-nama penting pejabat public negeri ini. Sebut saja AA yang notabene adalah ketua KPK dan NZ sang pengusaha sekaligus direktur PT Putra Rajawali Banjaran. Selain itu masih ada tokoh lain dibalik pembunuhan tersebut , seperti keterlibatan WW mantan Kapolres di sejumlah wilayah polda metro jaya maupun SH yang ternyata adalah pemilik surat kabar salah satu media di jakarta.
Wajar saja jika terungkapnya ‘aktor-aktor’ pembunuhan NZ dan kisah cinta segitiga yang melatarinya dalam sepekan ini selalu menghiasi dan menjadi headline di berbagai media baik cetak maupun elektronik. Bahkan , mampu Mengalahkan cerita sedih cinta Manohara sang permaisuri raja Kelantan ataupun ramainya koalisi menjelang pilpres yang selama beberapa minggu sebelumnya menjadi topic hangat di berbagai media.
Keterlibatan AA yang diduga sebagai dalang kasus pembunuhan NZ dengan latar belakang cinta segitiga, memang sangat menyedot perhatian public. Public seolah dibuat tidak percaya, apakah mungkin seorang ketua KPK yang selama ini dikenal , tegas, lugas dan berwibawa dalam memberantas korupsi sebegitu ‘teganya’ menghabisi nyawa seseorang hanya gara-gara persoalan cinta?
Citra posiif AA dengan keberhasilannnya sebagai ketua KPK yang mampu mengungkap berbagai kasus korupsi baik skala kecil maupun besar dalam sekejap seolah sirna . Berbagai Torehan prestasi yang dibangun dalam kurun beberapa tahun guna membentuk KPK yang disegani seolah tak berarti lagi. Ibarat peribahasa, noda setitik nila sebelanga.
Tiga kemungkinan
Meskipun kepolisian telah menetapkan AA sebagai tersangka dibalik pembunuhan NZ, namun kita sebgai masrakat awam masih menduga-duga dan bertanya; “ benarkah AA terlibat dalam skandal pembunuhan tersebut, atau apabila benar-benar terbukti apakah pembunuhan tersebut hanya bermotifkan cinta belaka?”
Setidaknya ada tiga kemungkinan terkait status AA dalam kasus pembunuhan NZ.
pertama, AA dijebak dalam skandal cinta tingkat tinggi. Artinya ia memang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Namun, motif cinta yang selama ini menjadi latar pembunuhannya, hanyalah scenario dari musuh-musuhnya (para koruptor-pen), yang tidak senang dengan keberaniannya dalam mengungkap sejumlah kasus korupsi. Adalah sangat aneh, melihat kasus ini sedemikian mudahnya terungkap kepublik. Padahal kasus pembunuhan munir yang sudah sekian lama saja, sampai sejauh ini belum terlihat ‘belangnya’. Fakta lain yaitu, bukankah NZ adalah orang yang selama ini menjadi informan KPK dalam mengungkap kasus korupsi. Jadi, agak aneh memang, jika hanya gara-gara cinta kepada RJ yang hanya seorang caddy golf, AA berbuat sedemikian nekatnya. Tentu, Ada skeneario tingkat tinggi yang sengaja dibuat guna menggiringnya kedalam skandal cinta segitiga
Kedua, AA difitnah. Artinya dia tidak melakukan apa-apa dan hanya merupakan korban fitnah, dimana semua bukti dibuat mengarah kepadanya. Akan tetapi hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab memerlukan kerja yang sistematis dan terencana.
Ketiga, AA benar-benar bersalah. Sebagai manusia biasa tentunya tak ada manusia yang sempurna. Harta, Pangkat dan Wanita acapkali menjadi ‘penggoda’ dan ‘pelemah’ iman seorang manusia. Tak terkecuali AA, yang kemungkinan juga terjerat dalam lika-liku cinta yang sampai membutakan mata dan berfikir tanpa logika
Akhirnya kita hanya bisa berharap, semoga polisi dapat segera mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Sehingga masyarakat tidak larut dalam pemberitaan media yang belum tentu kebenarannya.



[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 01 Mei 2009

Dari Ekspektasi Politik Menuju Ekspektasi Ekonomi

0 komentar

Terlepas dari pro kontra DPT, secara umum pelaksanaan pemilu legislative tahun ini dapat dikatakan berjaalan lancer. Situasi politik dan keamanan tetap kondusif, sebagaiamana harapan sebagaian besar masyarakat yang mendambakan pemilu aman dan damai.
Situasi dan kondisi perpolitikan pasca pemilu legislative yang sampai sejauh ini cukup kondusif turut berimbas secara positif pula terhadap situasi perekonomian. Sinyalmen positif itu ditunjukan oleh para pelaku pasar keungan yang melakukan aksi ‘profit taking’ dengan memborong sejumlah saham dan mata uang rupiah dipasar uang.

Aksi itu menyebabakan indeks saham dan nilaai tukar rupiah menyentuh level tertinggi dalam kurun beberapa bulan ini.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4) misalnya, dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) meningkat tajam hingga 74,653 poin atau 5,09 persen kelevel 1.540,40. Sedangkan rupiah sejauh ini berada pada kisaran level Rp 10.800 per dolarnya.
Berbicara politik tentu terasa hambar jika tidak mengkorelasikannya dengan ekonomi. Politik dan ekonomi adalah dua sisi mata uang yang satu sama lain tak dapat dipisahkan. kaitan antara keduanya sangat erat.
Gejolak kehidupan politik, secara langsung maupun tidak langsung,akan turut ber pengaruh terhadap kondisi ekonomi di suatu negara. Perubahan structural pada lembaga legislatif maupun di dalam lembaga eksekutif, sebagai akibat dari peristiwa politik (pemilu , pemilihan presiden, penyusunan kabinet baru ataupun reshuffle kabinet) dapat mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara. Hal ini tak lepas dari berbagai kebijakan-kebijakan yang nantinya diambil oleh lembaga legislatif maupun lembaga eksekutif terkait dengan kebijakan ekonomi kedepannya.
Berharap hasil pilpres
Sebagai masyarrakat , kita tentu hanya bisa berharap pemiliihan presiden juli nanti dapat berjalan kondusif yaitu aman damai serta lancar. Dan terlepas dari siapa yang bakal terpilih menjadi RI I dan RI 2, pemimpin negeri ini kedepan harapannya adalah orang yang mampu beertindak dan mengambil kebijakan yang cerdas dan solutif khususnya terkait permasalahan ekonomi. Sebab permasalahan ekonomi mendatang semakin pelik ditengah situasi ekonomi dunia yang lesu akibat krisis keuangan global dan pesimisitas para ekonom yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya pada kisaran 4% sampai 5% (persen) saja.
Salah satunya yaitu terkait dengan penempatan ‘eksekutor’ yang duduk dalam susunan cabinet nantinya. Hanya dengan pemilihan cabinet yang tepat yaitu ‘the right man on the right job’ –lah perubahan bangsa dapat terwujud. Selain itu , Presiden mendatang juga tentunya adalah seorang yang mempunyai visi dan misi pembangunan ekonomi Indonesia yang jelas dan realistis sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

BEP

0 komentar

Break Even Point Analysis

Titik Pulang Pokok atau Titik Impas atau Break Even Point (BEP) adalah suatu titik yang menggambarkan kondisi pada saat itu Total Biaya ( Total Cost ) sama besar dengan Total Pendapatan (Total Revenue).

Total Biaya adalah penjumlahan antara Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Biaya Tetap adalah sejumlah biaya yang perubahannya tidak dipengaruhi oleh volume produksi tetapi dikarenakan oleh adanya faktor waktu.
Contoh :
Gaji manager per bulan, Sewa gedung per tahun dsb.


Biaya Variabel adalah sejumlah biaya yang perubahannya dipengaruhi oleh volume produksi, sehingga membentuk fungsi biaya variable.
Contoh :
Bahan baku per unit, Tenaga Kerja Langsung per unit.

Total Pendapatan adalah hasil perkalian antara kuantitas yang terjual dengan harga per unit.

Rumus Titik Impas dalam Unit =

Biaya tetap
--------------------------------
Harga/unit – Biaya variable/unit

Rumus Titik Impas dalam Rupiah :

Biaya Tetap ( Fixed Cost )
-------------------------------------------------------
{ 1 – ( Biaya Variabel per unit / Harga Jual per unit ) }

Ilustrasi 1 :
Panitia penyelenggara Fa. Tahan Krisis akan mendatangkan artis penyanyi dari luar negeri. Perhitungan kasar yang akan dikeluarkan untuk melangsungkan acara pertunjukan musik tersebut, adalah :
Honor Penyanyi Rp. 50.000.000,-
Honor Band Rp. 30.000.000,-
Sewa tempat dan panggung ( dengan kapasitas 2.500 penonton ) Rp. 87.500.000,-
Brosur, cetak tiket dan iklan lainnya Rp. 20.000.000,-
Snack dan minuman per orang Rp. 25.000,-
Dengan harga karcis masuk Rp. 150.000,- per orang penonton

BEP ( Break Even Point-Titik Impas) dalam jumlah penonton :

Rp. 50.000.000 + Rp.30.000.000,-+Rp.87.500.000 + Rp. 20.000.000,-
---------------------------------------------------------------
Rp.150.000,-/orang - Rp. 25.000/orang

= 1.500 orang penonton


BEP dalam Rupiah :

Rp. 187.500.000,-
--------------------------------------------
1 – ( Rp. 25.000/orang : Rp. 150.000/orang )

= Rp. 187.500.000 / 83,33 = Rp. 225.090.036,-


Ilustrasi 2 :
Nusantara Sakti, Co memproduksi dan menjual mesin penghisap debu. Laporan Rugi Laba yang disusun dengan format kontribusi, sbb :


Penjualan ( 400 unit) .... Rp.2.400.000,- ....Rp. 6.000,- .... 100%
Biaya variabel.............Rp.1.800.000,-.....Rp. 4.500,- .... ...%
Margin Kontribusi .........Rp. 600.000,-.....Rp. 1.500,- .... ...%
Biaya Tetap................Rp. 480.000,-
Laba Bersih................Rp. 120.000,-

Instruksi dan Solusi :

a. Rasio Margin Kontribusi
• Rp. 1.500/Rp.6.000,- x100% = 25%
b. Rasio Biaya Variabel
• Rp.4.500,-/Rp.6.000,- x 100% = 75%
c. Titik Impas, dengan rumus Penjualan = BV + BT + Laba
• 6.000 Q = 4.500 Q+ Rp. 480.000,- + 0
• 1.500 Q = Rp. 480.000,-
• Q BEP = 320 unit atau Rp. 1.920.000,-



[+/-] Selengkapnya...

Pembebanan Under/Overapplied ke akun Persediaan

0 komentar

Pembebanan Under/Overapplied ke akun Persediaan

Terjadinya Under/Overapplied karena adanya ke kekurangan/kelebihan antara Overhead aktual dengan Overhead pabrik standar, keadaan tersebut harus disesuaikan terhadap laporan rugi laba dengan melakukan beberapa koreksi.
• Underapplied terjadi karena overhead aktual lebih besar daripada overhead budget
• Overapplied terjadi karena overhead aktual lebih besar daripada overhead budget
Adanya Over/Applied dibebankan ke Harga Pokok Penjualan, Barang Dalam Proses dan Barang Jadi

Dengan diketahuinya overapplied sebesar $ 5,000 saldo persediaan dan harga pokok penjualan adalah sebagai berikut :

Barang Barang Harga pokok
dalam proses Jadi Penjualan
Bahan baku langsung $ 7,500 $ 3,500 $ 14,000
Tenaga kerja langsung $ 2,500 $ 9,500 $ 38,000
Overhead pabrik dibebankan $ 2,500 $ 9,500 $ 38,000
Saldo akhit tahun $12,500 $22,500 $ 90,000
Perhitungan proporsi overhead berdasarkan persediaan :

Saldo Akhir Persentase
Barang Dalam Proses $ 12,500 10%
Barang Jadi $ 22,500 18%
Harga POkok Penjualan $ 90,000 72%
Saldo akhir tahun $125,000 100%

Pembebanan overhead pabrik dengan overapplied $ 5,000 berdasarkan persentase persediaan diatas, sebagai berikut :
Pengendali overhead $ 5,000
Barang Dalam Proses $ 500
Barang Jadi $ 900
Harga Pokok Penjualan $ 3,600



[+/-] Selengkapnya...

 

Catatan Sang Pembelajar Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template